Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Malang Terima Audiensi Sosialisasi Aplikasi SmartPol UB

audiensi

MALANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malang menerima audiensi dari tim Indopol Survey dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang dalam rangka sosialisasi aplikasi SmartPol UB, Senin (25/8/2025).

Aplikasi SmartPol UB merupakan proyek kolaboratif antara Universitas Brawijaya dengan Indopol Survey yang bertujuan membangun ruang publik digital untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena sejalan dengan upaya Bawaslu dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Malang saat menerima audiensi di kantor Bawaslu.

Platform Digital Partisipasi Politik

SmartPol UB dirancang sebagai platform digital yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses politik secara real-time. Aplikasi ini memiliki tiga tujuan utama: membangun ruang publik digital yang inklusif, memperkuat transparansi pemerintahan, dan mempertemukan aspirasi rakyat dengan pengambilan keputusan kebijakan.

Perwakilan dari Indopol Survey menjelaskan bahwa aplikasi ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memantau kinerja pemerintah, dan mendapatkan informasi kebijakan secara transparan.

"Melalui SmartPol UB, kami berharap dapat menciptakan jembatan komunikasi yang lebih efektif antara masyarakat dengan pemerintah," kata perwakilan tim pengembang aplikasi.

Kolaborasi Akademisi dan Praktisi

Proyek SmartPol UB merupakan wujud kolaborasi antara dunia akademis Universitas Brawijaya dengan praktisi survei politik Indopol Survey. Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan platform yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga aplikatif dalam implementasinya.

Tim pengembang berencana melakukan uji coba terbatas sebelum meluncurkan aplikasi secara resmi kepada masyarakat Kabupaten Malang.

"Kami akan memastikan aplikasi ini user-friendly dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses teknologi," tambah perwakilan Universitas Brawijaya.

Rencananya, sosialisasi lanjutan akan dilakukan melalui berbagai forum komunikasi publik dan media sosial untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Penulis : Nabilla Dzikri Azhari