Lompat ke isi utama

Berita

Dari Arisan Parapuan Muncul Gagasan Ajak Punk dalam Pengawasan Partisipatif

Dari Arisan Parapuan Muncul Gagasan Ajak Punk dalam Pengawasan Partisipatif

Memang tidak salah saat ada yang bilang bahwa imajinasi lebih berharga dari sekeranjang ilmu pasti. Berasal dari Arisan Cerita Parapuan seri ke-2 pada Jumat (15/10/2021) yang mengulas cerpen berjudul Ngemis atau Mati karya Aji Prasetyo lahir gagasan mengajak komunitas punk untuk melakukan pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Situbodo, Devita Yustiari Dewi yang menjadi pemantik diskusi berhasil menghangatkan arisan cerita Parapuan.

“Cerpen ini bercerita tentang punk. Setelah saya analisa, punk itu sebenarnya simbol perlawanan terhadap kultur populer. Dekat dengan aliran kiri anarkisme. Aliran yang menghendaki masyarakat tanpa negara. Walaupun sebenarnya punk dikenal dengan anarko punk,” tuturnya.

Devita menuturkan streotipe punk dikenal sebagai anak jalanan yang urakan dengan pakaian bolong-bolong sehingga sebagaian masyarakat kurang respek.

“Padahal dari tulisan Aji Presetyo saya membaca bahwa punk sebenarnya punya semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Be Your Self. Yang menarik saat Aji menulis, ngemis adalah perlawanan. Jalanan adalah tempat terakhir untuk mencari makan,” tuturnya.

Pemaparan singkat ini memantik diskusi yang tampak dihadiri oleh peserta dari unsur laki-laki lain. Diskusi menghangat hingga menggunakan perspektif hukum, filsafat eksistensialisme, dan cerita bersinggungan langsung dengan punk.

Hingga akhirnya, pemantik diskusi lainnya, Anggota Bawaslu Kota Malang Erna al Maghfiroh dalam akhir dikusi menuturkan perlunya mengajak punk dalam pengawasan partisipatif.

“Ternyata ada punk kelas bawah dan menegah. Untuk yang kelas bawah bisa kita ajak dengan pendekatan halus untuk melakukan pengawasan partisipatif. Yang kelas menegah ini harus kita waspadai. Rentan diajak oleh oknum tertentu untuk melakukan propaganda yang bisa mengancam demokrasi. Kalau bisa, ya tetap kita ajak semua mengawasi secara partisipatif,” pungkasnya

Diskusi yang berjalan seru dipungkasi dengan arisan yang akan menjadi narasumber pekan depan. Dari undian keluar Anggota Bawaslu Kota Mojokerto, Dian Pratmawati dan Anggota Bawaslu Lumajang, Sulastri Wulandari sebagai narasumber. Sementara moderatornya adalah Titin Yulinarwati. Cerpen yang akan diulas berjudul Slerok