Lompat ke isi utama

Berita

Motivasi Intan, Penyandang Disabilitas Ikut SKPP: Saya Ingin Kesetaraan

Motivasi Intan, Penyandang Disabilitas Ikut SKPP: Saya Ingin Kesetaraan

Yang tersisa dari pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Jatim adalah ikhtiar untuk memberikan ruang adanya keterwakilan penyandang disabilitas. Adalah Intan Saraswati, tuna daksa berasal dari Lamongan berkisah tentang pengalamannya ikut SKPP. Berikut liputannya.

Intan Saraswati berasal dari Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng Lamongan. Ia punya niatan tulus ikut SKPP.

“Kami ingin agar disabilitas juga dilibatkan dalam kegiatan pemilu dan lain-lainnya,” jelasnya.

Intan mengaku informasi kegiatan SKPP didapatnya dari Komunitas Disabilitas Lamongan.

“Saya tahu informasi ada SKPP dari komunitas disabilitas di Lamongan. Setelah ikut SKPP, ya jadi mengerti Bawaslu dan tugas-tugasnya,” tambahnya.

Menurut pemantauannya, pemilu belum sepenuhnya ramah disabilitas.

“Untuk di daerah saya sendiri khususnya Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan untuk disabilitas masih kurang fasilitasnya,” terangnya.

Pasca ikut SKPP, perempuan kelahiran 1993 ini ingin penyandang disabilitas setara dalam pemilu.

“Karena saya dari disabilitas jadi saya juga ingin kesetaraan hak untuk teman-teman sesama disabilitas,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan serupa SKPP terus dibumikan oleh Bawaslu.

“Semoga di pemilu berikutnya diadakan lagi kegiatan serupa untuk mencari bibit-bibit baru kader Bawaslu. Saran untuk ditingkatkan lagi dan mencari kader-kader agar lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.