Berita

Fritz: Peran Mahasiswa dan Masyarakat Tangkal Hoaks Pilkada 2020 Tak Tergantikan

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu membutuhkan peran dari banyak pihak untuk menangkal berita hoaks di media sosial (medsos), salah satunya dari mahasiswa. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar memandang partisipasi masyarakat dan mahasiswa akan memperkuat pengawasan konten hoaks di medsos pada Pilkada Tahun 2020.

“Tidak ada peran yang dapat mengantikan partisipasi masyarakat dan mahasiswa dalam mengawasi hoaks di medsos meskipun Bawaslu dalam mengawasinya sudah bekerjasama dengan Kominfo dan facebook, ” kata Fritz dalam diskusi yang dilakukan secara daring bersama mahasiswa periksa hoaks dengan tema Partisipasi Menangkal Hoaks Pilkada 2020 di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Sejak tahun 2018, kata dia, Bawaslu sudah terlibat ikut serta dalam melakukan pengawasan dan penindakan terkait dengan hoaks dan ujaran kebencian yang ada di medsos. Fritz mengungkapkan potensi munculnya hoaks di medsos tetap ada pada Pilkada 2020. Banyak dijumpai akun-akun yang masih berisikan ajakan menghasut, menghina, dan mengadu domba.

Lebih lanjut, Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Datin itu menjelaskan dampak hoaks di medsos dapat memecah belah serta menghancurkan persaudaraan yang sudah ada. Hal ini bisa berimplikasi menjadi kampanye hitam dan kampanye negatif.

Dia mengingatkan pengawas pemilu maupun masyarakat harus mengawasi dan mencermati terhadap buzzer atau kelompok-kelompok tertentu yang bertujuan menciptakan polarisasi yang besar antar satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.

“Kampanye negatif yang muncul di media social akan merubah perilaku sosiologis masyarakat di suatu wilayah, membuat seseorang untuk tidak memilih karena banyaknya hoaks yang muncul dan pemilih menjadi apatis, ” tegas Fritz.

Fotografer: Nurisman
Editor: Jaa Pradana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *