Lompat ke isi utama

Berita

Di Kemendagri, Afif Jelaskan Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Perspektif Pengawasan

Di Kemendagri, Afif Jelaskan Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Perspektif Pengawasan

Demokrasi berhasil saat partisipasi tinggi. Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menuturkan bahwa Bawaslu memiliki program pusat pendidikan pengawasan partisipatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi. Hal ini ia sampaikan saat mengisi webinar yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen PUM) Kementerian Dalam Negeri, Kamis (12/08).

“Untuk mendorong partisipasi publik, Bawaslu memiliki program pusat pendidikan pengawasan partisipatif yang dibagi dalam 4 kluster besar. Yakni pendidikan dan sosialisasi, menarik partisipasi, inovasi untuk menarik orang berpartisipasi, dan kaderisasi yang dilakukan dengan merekrut kader pengawas pemilu,” terangnya.

Cara lain yang dilakukan menurut Afif adalah dengan kerja sama dengan banyak pihak.

“Kami melibatkan tokoh agama, adat, komunitas marjinal, kelompok perempuan dan penyandang disabilitas,” tuturnya.

Kerja sama tematik ini menurut Afif sebagai strategi meningkatkan partisipasi.

“Kenapa tematik ini penting? Karena kita ingin bicara dengan bahasa mereka. Misalnya untuk mendorong partisipasi masyarakat adat kita harus masuk ke dalam kehidupan mereka. Langkah yang sudah kita lakukan misalnya menyatu dengan Suku Anak Dalam di Jambi. Mengadvokasi hak pilih mereka dan memberikan perhatian agar bisa memperolah akses yang sama dalam mendapatkan informasi,” jelasnya.

Puncaknya, Afif berharap bahwa nilai pengawasan nantinya bisa menjadi gaya hidup masyarakat.

“Apapun profesi orang itu dia punya cara pandang bagaimana berlaku baik dalam sebuah sistem demokrasi. Cara menghormati sesama, memperlakukan hak orang lain dalam derajat yang sama dan bisa mencegah kejahatan pemilu bersama,” imbuhnya.

Dalam Webinar tersebut, ia berharap kolaborasi antara KPU, Bawaslu dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) akan membuat partisipasi semakin baik dalam pemilu 2024.

“Kolaborasi antara KPU, Bawaslu dan Bakesbangpol dengan melakukan kegiatan terukur akan membuat kerja pemilu 2024 tidak berat. Sinergi antar pihak menjadi kunci dalam partisipasi masyarakat,” pungkasnya.