Bawaslu Kabupaten Malang Gelar Konsolidasi Demokrasi Bersama KIKP, Nobar Piala Dunia Jadi Sarana Edukasi Kepemiluan
|
Malang – Bawaslu Kabupaten Malang menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dikemas dengan acara nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia antara Portugal melawan Spanyol pada Selasa dini hari (7/7/2026) di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang. Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Komunitas Intelektual Kaum Pinggiran (KIKP) Kepanjen sebagai upaya membangun ruang diskusi yang santai namun tetap sarat nilai-nilai demokrasi.
Mengusung konsep yang berbeda, Bawaslu Kabupaten Malang memanfaatkan momentum tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang olahraga internasional untuk mengajak generasi muda berdiskusi mengenai pentingnya menjaga demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Malang, Tobias Gula Aran, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendekatan kreatif Bawaslu dalam menjangkau masyarakat, khususnya kalangan muda. Menurutnya, penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui forum formal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
"Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang lebih santai namun tetap bermakna. Nobar menjadi media untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting tentang demokrasi, partisipasi masyarakat, dan pengawasan pemilu," ujarnya.
Selain menyaksikan pertandingan bersama, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya peran masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Bawaslu menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang demokratis tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi bersama KIKP Kepanjen menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Malang untuk memperluas jejaring pengawasan partisipatif. Melalui komunitas-komunitas yang memiliki kedekatan dengan masyarakat, diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat tersampaikan secara lebih efektif dan mampu mendorong lahirnya pengawas partisipatif di berbagai lapisan masyarakat.
Bawaslu Kabupaten Malang berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai inovasi dalam pendidikan demokrasi. Dengan menggabungkan unsur edukasi, kebersamaan, dan hiburan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi serta berperan aktif dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Nabilla
Editor : M.A.R