Lompat ke isi utama

Berita

Mou dengan FH Unisma, Wahyudi : Dengan Ini Mahasiswa Bisa Lebih Dalam Mengetahui Terkait Pengawasan

Mou dengan FH Unisma, Wahyudi : Dengan Ini Mahasiswa Bisa Lebih Dalam Mengetahui Terkait Pengawasan

Bawaslu Kabupaten Malang- Ketua Bawaslu Kabupaten Malang Mohammad Wahyudi kembali melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Bawaslu Kabupaten Malang dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Malang tentang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat. Menurutnya maksud nota kesepahaman ini adalah untuk menjalin kerjasama kelembagaan antara Bawaslu Kabupaten Malang sebagai lembaga pemerintah praktis dan Fakultas Hukum Universitas Islam Malang sebagai lembaga akademis untuk mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi.

Dia berharap kesepakatan ini bisa dijadikan landasan awal untuk melakukan kerjasama lanjutan dalam hal-hal yang bersifat praktis akademis.

"Selain sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, Bawaslu juga memiliki program nasional Sekolah Kader Pengawas Partisipatif SKPP yang tentunya masih memerlukan banyak saran dan masukan dari berbagai pihak," tutur Wahyudi di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Rabu (1/12/2021).

Dia menambahkan bahwa Bawaslu Kabupaten Malang sangat terbuka bagi seluruh mahasiswa untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan Bawaslu Kabupaten Malang. Tujuannya, tambah Wahyudi, agar masyarakat khususnya mahasiswa dapat lebih dalam mengenal terkait dengan pengawasan yang ada di Bawaslu Kabupaten Malang.

"Semoga ke depan bisa segera banyak melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatannya, dalam bentuk magang dan lainnya " harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakutas Hukum Universitas Islam Malang Suratman juga melihat nota kesepahaman ini dapat membangun sinergi yang baik dengan Bawaslu  dalam lingkup yang lebih luas lagi. Dia menyatakan baik dalam konteks bekerjasama melakukan pengawasan utamanya maupun dalam perwujudan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Kerjasama ini juga merupakan suatu langkah awal dalam perwujudkan amanah dari Kementrian Pendidikan kita Bapak Nadiem yang masih muda itu, agar mahasiswa memiliki kebebasan dalam menimba ilmu bukan hanya di dalam kampus" terang dia.