Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Malang Buka Pop Up Booth Edukasi di SMA Islam Kepanjen, Tingkatkan Kesadaran Demokrasi Pemilih Pemula

booth

Malang – Bawaslu Kabupaten Malang terus berinovasi dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda melalui pembukaan Pop Up Booth Edukasi Pengawasan Pemilu yang digelar di SMA Islam Kepanjen pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program edukasi Bawaslu untuk mendekatkan informasi kepemiluan kepada pelajar sebagai calon pemilih pada Pemilu 2029.

Pop Up Booth Edukasi hadir sebagai ruang interaktif yang memberikan informasi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, pentingnya pengawasan partisipatif, serta berbagai materi kepemiluan yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh para siswa. Melalui media edukasi visual, permainan interaktif, dan sesi diskusi, para pelajar diajak mengenal lebih dekat proses demokrasi sekaligus memahami peran mereka dalam menjaga integritas pemilu.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Kabupaten Malang memberikan pendampingan kepada para siswa yang mengunjungi booth. Berbagai pertanyaan seputar kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai pemilih pemula, bentuk-bentuk pelanggaran pemilu, hingga mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran dijelaskan secara langsung oleh petugas Bawaslu.

Selain memperkenalkan tugas pengawasan pemilu, Bawaslu Kabupaten Malang juga mengenalkan program Saka Adhyasta Sahabat Pengawas Pemilu sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, dan kepemimpinan. Melalui program tersebut, para pelajar didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang menyampaikan bahwa Pop Up Booth Edukasi merupakan salah satu strategi untuk menghadirkan pendidikan demokrasi secara lebih dekat, komunikatif, dan menyenangkan bagi generasi muda.

"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada para pelajar. Tidak hanya melalui penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga melalui media edukasi yang interaktif sehingga mereka lebih mudah memahami pentingnya pengawasan pemilu dan peran mereka sebagai pemilih pemula," ujarnya.

Antusiasme para siswa terlihat dari banyaknya peserta yang mengunjungi booth untuk berdiskusi, mengikuti kuis edukasi, serta mengenal berbagai program Bawaslu Kabupaten Malang. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kedekatan antara Bawaslu dengan generasi muda agar semakin peduli terhadap isu-isu demokrasi dan kepemiluan.

Melalui penyelenggaraan Pop Up Booth Edukasi di SMA Islam Kepanjen, Bawaslu Kabupaten Malang berharap dapat menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan partisipasi pelajar dalam mengawal demokrasi. Edukasi yang diberikan sejak dini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kritis, dan berintegritas, sehingga dapat berkontribusi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis di masa mendatang.

Penulis : Nabilla 
Editor : M.A.R