Bawaslu Kabupaten Malang Laksanakan Tapping Program Dialog Bersama Gajayana TV, Perkuat Edukasi Pengawasan Partisipatif
|
Malang – Bawaslu Kabupaten Malang melaksanakan tapping program dialog bersama Gajayana TV pada Kamis (16/7/2026) sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kepemiluan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis antara Bawaslu Kabupaten Malang dengan media massa dalam menyebarluaskan informasi kepemiluan kepada masyarakat melalui media elektronik.
Program dialog yang mengangkat tema "Konsolidasi Demokrasi: Menguatkan Pengawasan Partisipatif" menghadirkan Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Mohammad Wahyudi, S.E., M.Sos., sebagai narasumber dan dipandu oleh presenter Gajayana TV, Gisella Tahapary. Dalam dialog tersebut dibahas berbagai isu strategis mengenai penguatan demokrasi, pengawasan partisipatif, hingga kesiapan Bawaslu menghadapi Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Malang menjelaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi setiap proses penyelenggaraan pemilu.
"Pengawasan partisipatif merupakan fondasi penting dalam menjaga integritas demokrasi. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan masyarakat, media massa, akademisi, organisasi kepemudaan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil," ungkapnya.
Dialog juga mengulas pentingnya konsolidasi demokrasi pada masa non-tahapan, termasuk berbagai program yang telah dijalankan Bawaslu Kabupaten Malang untuk memperkuat budaya pengawasan partisipatif. Salah satunya melalui Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang menyasar mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat, hingga pemilih muda sebagai agen pengawasan demokrasi di lingkungannya masing-masing.
Selain itu, narasumber memaparkan tantangan demokrasi di era digital, seperti maraknya penyebaran hoaks, disinformasi politik, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Malang terus mendorong penguatan edukasi publik melalui berbagai media komunikasi, sekaligus menjalin kemitraan dengan media massa agar informasi kepemiluan dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan berimbang.
Melalui program dialog ini, Bawaslu Kabupaten Malang juga menyampaikan komitmennya dalam mempersiapkan berbagai langkah strategis menuju Pemilu 2029, mulai dari pemetaan potensi kerawanan, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Generasi muda pun didorong untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pelopor pengawasan partisipatif yang aktif menjaga kualitas demokrasi.
Kolaborasi dengan Gajayana TV diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepemiluan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Melalui media massa, Bawaslu Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang edukatif, membangun kesadaran publik akan pentingnya pengawasan partisipatif, serta memperkuat budaya demokrasi yang berintegritas menuju Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Penulis : Nabilla
Editor : M.A.R