Bawaslu Kabupaten Malang Gelar Pop Up Booth Edukasi Kepemiluan, Perkenalkan Saka Adhyasta kepada Pelajar MA Subulas Salam
|
Malang – Bawaslu Kabupaten Malang terus mengembangkan inovasi dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda melalui Pop Up Booth Edukasi Kepemiluan yang diselenggarakan di MA Subulas Salam pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Sambang Sekolah yang bertujuan meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus memperkenalkan Saka Adhyasta sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang pengawasan partisipatif.
Pop Up Booth Edukasi dirancang sebagai media pembelajaran yang interaktif, sehingga para siswa dapat mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Bawaslu, memahami pentingnya menjaga integritas Pemilu, serta mengetahui berbagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi. Melalui berbagai media edukasi yang disajikan, peserta memperoleh informasi mengenai proses kepemiluan, pengawasan partisipatif, hingga peran strategis pemilih pemula dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Malang memperkenalkan Saka Adhyasta, yaitu Satuan Karya Pramuka binaan Bawaslu yang menjadi wadah pembinaan generasi muda di bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, dan kepemiluan. Para siswa diberikan pemahaman bahwa Saka Adhyasta hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, meningkatkan kepedulian terhadap demokrasi, serta menjadi Sahabat Pengawas Pemilu yang berintegritas.
Selain mengenalkan tujuan pembentukan Saka Adhyasta, Bawaslu juga menjelaskan tiga krida utama yang menjadi dasar pembinaan anggotanya, yaitu Krida Pencegahan, Krida Pengawasan, dan Krida Penanganan Pelanggaran. Ketiga krida tersebut membekali anggota dengan pengetahuan mengenai pendidikan kepemiluan, teknik pengawasan partisipatif, hingga pemahaman dasar mengenai mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran Pemilu.
Suasana Pop Up Booth berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka aktif mengunjungi stan edukasi, berdiskusi dengan jajaran Bawaslu, serta menggali informasi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui pendekatan yang komunikatif, para pelajar diajak untuk menjadi pribadi yang kritis terhadap informasi, menolak praktik politik uang, serta berani berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bawaslu Kabupaten Malang juga menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda merupakan salah satu kunci keberhasilan pengawasan partisipatif. Dengan bekal pengetahuan kepemiluan dan semangat kolaborasi, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang turut mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang pentingnya menjaga integritas demokrasi.
Melalui kegiatan Pop Up Booth Edukasi Kepemiluan ini, Bawaslu Kabupaten Malang berharap semakin banyak pelajar yang mengenal dan tertarik bergabung dalam Saka Adhyasta. Sinergi antara Bawaslu dan lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang peduli, berintegritas, serta siap mengambil peran aktif dalam mengawal setiap tahapan Pemilu demi terwujudnya demokrasi Indonesia yang berkualitas.
Penulis : Nabilla
Editor : M.A.R