Bawaslu Kabupaten Malang Kenalkan Saka Adhyasta kepada Pelajar melalui Pop Up Booth Edukasi di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo
|
Malang – Bawaslu Kabupaten Malang terus berinovasi dalam memperluas pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Pop Up Booth Edukasi yang digelar di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu media interaktif untuk memperkenalkan Saka Adhyasta (Sahabat Pengawas Pemilu) sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang pengawasan pemilu dan pendidikan demokrasi.
Materi edukasi pada kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengawasan Bawaslu Kabupaten Malang, Febrina Windy Arisanti, yang mengajak para pelajar untuk mengenal lebih dekat peran Bawaslu sekaligus pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Febrina menjelaskan bahwa Saka Adhyasta merupakan Satuan Karya Pramuka yang dibentuk oleh Bawaslu sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, dan kepemiluan. Melalui Saka Adhyasta, generasi muda didorong untuk menjadi pribadi yang berintegritas, peduli terhadap demokrasi, serta mampu berperan aktif dalam mengawal setiap proses penyelenggaraan pemilu.
Peserta juga dikenalkan dengan makna nama "Adhyasta", yang berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki arti penjaga, pengawal, pengaman, atau pelindung. Filosofi tersebut mencerminkan semangat anggota Saka Adhyasta sebagai sahabat pengawas pemilu yang siap menjaga marwah demokrasi dan mengawal pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Lebih lanjut, Febrina memaparkan bahwa Saka Adhyasta memiliki tiga bidang pembinaan atau krida, yaitu Krida Pencegahan, Krida Pengawasan, dan Krida Penanganan Pelanggaran. Melalui Krida Pencegahan, peserta dibekali pemahaman mengenai edukasi kepemiluan, sosialisasi demokrasi, kampanye pencegahan pelanggaran, serta pembangunan budaya pengawasan partisipatif. Sementara itu, Krida Pengawasan memberikan pembelajaran mengenai teknik pengawasan, simulasi tahapan pemilu, observasi lapangan, hingga praktik pengawasan partisipatif. Adapun Krida Penanganan Pelanggaran membekali peserta dengan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan, penyusunan laporan dugaan pelanggaran, tata cara penanganan pelanggaran, serta simulasi penanganan kasus sederhana.
Tidak hanya memperkenalkan struktur pembinaan, para siswa juga diberikan gambaran mengenai berbagai manfaat yang akan diperoleh apabila bergabung dalam Saka Adhyasta. Di antaranya adalah peningkatan pengetahuan kepemiluan, kemampuan komunikasi dan public speaking, kepemimpinan, kerja sama tim, penguatan integritas dan tanggung jawab, hingga pengalaman berorganisasi di tingkat nasional.
Dalam sesi diskusi, para pelajar tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme bergabung dalam Saka Adhyasta serta peluang mereka untuk berkontribusi dalam pengawasan partisipatif. Bawaslu Kabupaten Malang menegaskan bahwa Saka Adhyasta terbuka bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki semangat mengabdi, peduli terhadap demokrasi, serta siap menjadi Sahabat Pengawas Pemilu.
Melalui Pop Up Booth Edukasi ini, Bawaslu Kabupaten Malang berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menjaga integritas demokrasi sejak dini. Kehadiran Saka Adhyasta diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus melahirkan kader-kader muda yang memiliki kepedulian terhadap pengawasan pemilu, sehingga dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis : Nabilla
Editor : M.A.R