Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Malang Kenalkan Saka Adhyasta melalui Pop Up Booth Edukasi di SMK Negeri 1 Pujon

booth

Malang – Bawaslu Kabupaten Malang kembali menggelar Pop Up Booth Edukasi sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 1 Pujon pada Rabu (29/7/2026) dengan mengangkat materi Pengenalan Saka Adhyasta (Sahabat Pengawas Pemilu). Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Malang mengajak para pelajar untuk mengenal lebih dekat peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

Pop Up Booth Edukasi dikemas secara interaktif sehingga para siswa dapat memperoleh informasi mengenai Saka Adhyasta dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Selain mengenalkan program pembinaan generasi muda, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Dalam penyampaian materi, Bawaslu Kabupaten Malang menjelaskan bahwa Saka Adhyasta merupakan Satuan Karya Pramuka yang dibentuk oleh Bawaslu sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, dan kepemiluan. Kehadiran Saka Adhyasta diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki kepedulian terhadap demokrasi, menjunjung tinggi integritas, serta siap berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil.

Para peserta juga dikenalkan dengan makna nama "Adhyasta" yang berasal dari bahasa Sanskerta dan memiliki arti penjaga, pengawal, pengaman, atau pelindung. Filosofi tersebut menggambarkan semangat anggota Saka Adhyasta sebagai sahabat pengawas pemilu yang berperan aktif dalam menjaga integritas demokrasi dan menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masyarakat.

Lebih lanjut, Bawaslu Kabupaten Malang memaparkan bahwa Saka Adhyasta memiliki tiga bidang pembinaan utama atau krida, yaitu Krida Pencegahan, Krida Pengawasan, dan Krida Penanganan Pelanggaran. Pada Krida Pencegahan, peserta dibekali materi mengenai edukasi kepemiluan, sosialisasi demokrasi, kampanye pencegahan pelanggaran, serta pembangunan budaya pengawasan partisipatif. Sementara itu, Krida Pengawasan berfokus pada pembelajaran teknik pengawasan, simulasi pengawasan tahapan pemilu, observasi lapangan, hingga praktik pengawasan partisipatif. Adapun Krida Penanganan Pelanggaran memberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran, penyusunan laporan, tata cara penanganan pelanggaran, serta simulasi penyelesaian kasus sederhana.

Selain memperoleh wawasan mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai manfaat bergabung dalam Saka Adhyasta. Di antaranya adalah peningkatan pengetahuan kepemiluan, kemampuan komunikasi dan public speaking, kepemimpinan, kerja sama tim, penguatan integritas dan tanggung jawab, hingga pengalaman berorganisasi dalam jaringan kepemudaan dan kepanduan.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengunjungi setiap sudut Pop Up Booth serta berdiskusi mengenai peluang keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu. Bawaslu Kabupaten Malang menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keterlibatan pelajar menjadi salah satu modal penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui Pop Up Booth Edukasi di SMK Negeri 1 Pujon, Bawaslu Kabupaten Malang berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini serta terdorong untuk menjadi bagian dari Saka Adhyasta. Dengan lahirnya generasi yang berintegritas, peduli terhadap demokrasi, dan aktif mengawal proses kepemiluan, diharapkan pengawasan partisipatif di Kabupaten Malang semakin kuat dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Penulis : Nabilla 
Editor : M.A.R